Marah-dan-amarah

4 02 2009


Kata guru, apabila kita perlu marah maka tunjukkanlah kemarahan itu hanya pada wajah dan senyumkanlah hati sambil bertasbih dan istighfar.

Kata guru lagi, marah itu pintu kepada segala jenis syaitan.

Kata orang dulu-dulu, bila marah cepat tua.

Kata kawan, kalau marah nanti terlupa semua ilmu berguna.

Kata orang bijak pandai, bila marah jantung akan berdetak kencang maka darah akan mengalir dengan lebih pantas…oksigen dan karbon dioksida akan bertukar lebih cepat.

Saat itu, kekacauan akan berlaku kerana detakan kencang jantung membuatkan akal kurang waras lantas jadilah manusia yang lupa pada Tuhannya.

Tapi itu cuma terjadi bila marah dibatasi dengan nafsu amarah…nafsu terhina milik seorang khalifah.

Syaitan tak perlukan pembesar suara agar hasutannya didengar..cukup sekadar dengan bisikan halus, porak peranda umat manusia menyelubung diri dengan kemarahan.

Allah ciptakan manusia dengan nafsu dan iman…maka tugas kita untuk mengangkat nafsu Amarah menjadi sekurang-kurangnya Mutmainnah..lebih baik lagi diasus lagi sehingga Radhiah, Mardhiyyah atau lebih hebat sehingga ke peringkat Kamil. Dan untuk mengangkat martabat nafsu sehingga tingkat sempurna itu, iman diperlukan. Kalau sebelum ini sekadar iman Taqlid yang mengikut-ikut (angguk2 geleng2), maka disuburkan sehingga menjadi iman Ayan atau lebih baik sehingga ke peringkat Haq atau sempurnakan hingga ke tahap iman Haq.

Kata maulana, untuk menjadikan iman tu manis “to feel the hedonism of iman, one shall have most favorite things and it should be Allah and His prophet, Rasulullah (pbuh). One shall love just because of Allah and one shall hate and confront something just because of Allah.”

Maulana dan teman Islamic scholar-nya pun memberikan cara bagaimana membuktikan kecintaan kepada Allah dan Rasulullah SAW. Penerangannya panjang lebar dan guru meringkaskan dengan menjadikannya satu senarai pendek yang boleh dijadikan check list.

1. Taat kepada suruhan Allah dan menjauhi larangannya serta menurut jejak yang ditinggalkan oleh pesuruhnya

2. Bersedia untuk berkorban harta, nyawa, keinginan dan keghairahan hidup di jalan Allah (jihad fisabilillah)

3. Baca, fahami & ikut petunjuk al-Quran

4. Ikhlas..ikhlas dalam beribadah (semua yang dilakukan kerana Allah adalah ibadah..tidur pun ibadah tau!), ikhlas dalam bersilaturrahim, ikhlas dalam memaafkan

5. Plg penting, kena istiqamah…tak guna kalau hari ni buat semua dan esok lusa jahat pulak. Sebab iman itu letaknya di hati. Kalau tak sentiasa di asuh, bimbang nafsu tahap rendah menguasai.

Salah dan silap minta ditegurkan ya!

wassalam


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: